Kamis, 29 Oktober 2009

DAFTAR PENCETAK GOL POLMAN MINI SOCCER 2009


FORM KARTU POLMAN MINI SOCCER 2009


Sabtu, 24 Oktober 2009

OSPEK MEMASUKI ZONA PERSEPSI NEGATIF


APA YANG SALAH ?

Masa-masa awal perkuliahan baru saja dimulai, untuk mahasiswa baru tentu saja ini sebuah moment yang harus disambut dengan segala kesiapan, karena selain langkah awal menuju gerbang kesuksesan, awal-awal perkuliahan merupakan saat-saat adaptasi mahasiswa terhadap suasana,lingkungan, dan kondisi  kampus yang serba baru dan sedikit berbeda, atau mungkin malah berbeda sama sekali, dengan saat-saat SMA dulu. Agar mahasiswa bisa cepat beradaptasi dengan kondisi kampus yang serba baru ini, banyak Perguruan Tinggi di Indonesia menggelar suatu event berjudul OSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus), sebuah acara dari kampus yang mengenalkan bagaimana kondisi dan peraturan kampus kepada Mahasiswa, agar mahasiswa bisa menjalani kuliah dengan baik.
Dilihat dari tujuan awal, OSPEK memang memiliki niatan yang baik. OSPEK melatih kedisiplinan mahasiswa terhadap peraturan kampus, lebih cepat mendekatkan antara senior dan junior, lebih cepat mengenalkan lingkungan sekitar kampus, dan juga membentuk pribadi mahasiswa yang diharapkan oleh kampus. Namun, seiring berjalannya waktu, OSPEK seakan menjadi hal yang begitu mengerikan, sehingga tidak sedikit orangtua yang tidak mengijinkan anaknya mengikuti kegiatan OSPEK, apapun konsekuensinya kelak. Pihak perguruan Tinggipun banyak yang mulai alergi dengan kegiatan OSPEK, tidak sedikit Perguruan Tinggi yang mengharamkan diadakannya OSPEK, jika bisa sedikit disimpulkan OSPEK saat ini sudah memasuki zona persepsi negatif. Sebenarnya apa yang salah?
Jika dilihat lebih teliti, sebenarnya persepsi masyarakat lebih mengidentikan OSPEK dengan kekerasan, tidak salah memang, mengingat hampir kebanyakan OSPEK melibatkan unsur kekerasan di dalamnya. Tidak sedikit OSPEK yang memakan korban, mungkin kita bisa ambil contoh yang popular, kematian mahasiswa IPDN (dulu STPDN) akibat mendapat kekerasan dari seniornya, atau kematian mahasiswa ITB saat mengikuti kegiatan ospek jurusannya. Sebenarnya jika ditelaah lebih bijak, tak ada salahnya pelibatan unsur kekerasan di dalam OSPEK, selama takaran yang kita berikan adalah untuk mendidik, bukan untuk membalas dendam perlakuan senior kita sebelumnya kepada kita. Jika kita mengelola kekerasan dengan professional, kekerasan itu akan menjadi sebuah pendidikan dan pelatihan mental bagi si mahasiswa, sehingga mahasiswa memiliki jiwa yang kuat dan mental yang baik. Ambil contoh saja OSPEK di POLTEK UNAN yang mengadopsi sistem wajib militer, disana hukuman dipukul selang merupakan hukuman yang paling ringan, akan tetapi mahasiswa melakukannya dengan enjoy,dan setelah ospek selesai suasana kekeluargaanpun begitu terasa di dalamnya. Memang, kekerasan bukan hanya satu-satunya jalan, tapi setidaknya ini membuktikan bahwa jika kita mengelola kekerasan dengan tujuan mendidik kita akan menghasilkan sesuatu yang baik.
Lalu, bagaimana dengan OSPEK di POLMAN? Rasanya tak perlu kekerasan yang terlalu berlebihan, selama peserta melakukan apa yang diharapkan oleh panitia, rasanya hukumanpun tak perlu diberlakukan terlalu keras,walaupun mungkin jangan dihilangkan sama sekali, mungkin sedikit push-up tak apa, selama si panitia menerapkannya dengan bijak. Kita juga bisa mengganti kekerasan itu dengan hal-hal yang lebih positif,misalnya dengan jalan-jalan mengitari Kota Bandung sambil memunguti sampah atau menanam pohon. Pengawasan dari Pembinapun juga diharapkan bisa maksimal, karena dengan adanya  pembina,diharapkan bisa memberi sumbangsih saran,sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan bisa dikurangi.

WORKSHOP & SEMINAR ROBOTIK DAN MEKATRONIKA ROBOTRON 2009

WORKSHOP:
  • Waktu Pelaksanaan: 20 November 2009
  • Tempat: Politeknik Manufaktur Negeri Bandung.
  • Pembina: Prof. Dr. Ir. Isa Setiyasah Toha
  • (Direktur Politeknik Manufaktur Negeri Bandung)
Ketua pelaksana:
  • Ir. Bolo Dwiartomo, MEng
Materi:
  • Aplikasi pemrograman mikrokontrol pada kendali dasar autonomous robot.
Fasilitas yang digunakan:
  • Board mikrokontrol AVR terintegrasi (1 set untuk 2 peserta).

  • Komputer (1 unit untuk 2 peserta).
  • Robot Line Follower, studi kasus implementasi robot yang meliputi perancangan, hardware sensor dan pemrograman.
Calon peserta kalangan umum dapat meliputi:
  • Siswa-siswi SMU dan SMK atau setingkat.
  • Mahasiswa perguruan tinggi.
Biaya pendaftaran:
  • Rp. 150.000,- (termasuk tool kit workshop dan konsumsi)
SEMINAR:
  • Waktu: 21 November 2009
  • Tempat: Kampus Politeknik Manufaktur Negeri Bandung.
  • Jl. Kanayakan no 21 Bandung.
  • Pembina: Prof. Dr. Ir. Isa Setiyasah Toha
    (Direktur Politeknik Manufaktur Negeri Bandung)
Komite Reviewer:
  • Dr. Eril Mozef (Politeknik Negeri Bandung)
  • Dr. Ir. Estianti Ekawati (Institut Teknologi Bandung)
  • Dr. Yuliadi Erdani (Politeknik Manufaktur Negeri Bandung)
  • Dr. Ismet P Ilyas (Politeknik Manufaktur Negeri Bandung)
Ketua pelaksana:
  • Ir. Bolo Dwiartomo, MEng
Ruang Lingkup:
  1. Sistem navigasi pada autonomous robot.
  2. Aplikasi sensor pada robot.
  3. Sistem kendali cerdas pada robot.
  4. Design, kinematika dan dinamika pada robot dan mesin produksi.
  5. Teknologi interpolator pada robot industri dan mesin produksi.
  6. Sistem kendali dan kendali cerdas pada permesinan industri.
  7. Teknologi mekatronika.
Tanggal penting calon pemakalah:
  1. 13 November 2009: Batas akhir pengumpulan makalah.
  2. 16 November 2009: Pengumuman makalah yang diterima.
  3. 18 November 2009: Batas akhir registrasi dan pembayaran.
Makalah:
  • Makalah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Format dapat dilihat pada Web: ………….
  • Seluruh makalah akan dimasukkan dalam Prosiding yang memiliki ISBN.
Biaya pendaftaran:
  • Pemakalah: Rp. 150.000,-
  • Peserta umum (Participant): Rp. 125.000,-
  • Biaya termasuk (tool kit seminar dan konsumsi).
  • Peserta yang mengikuti workshop dan seminar sekaligus: Rp. 225.000,-

KLASEMEN PERTANDINGAN MINI SOCCER MARVELOUS 2009

 s/d Rabu 21/10/2009












Grup A M M S K SG NILAI
SMA Angkasa 2 2 0 0 11 - 5. 6*
SMA Pasundan 8 2 1 0 1 7 - 6. 3*
SMA St Maria I B  2 0 0 2 4 - 11. 0














Grup B M M S K SG NILAI
SMAN 23 Bandung 2 2 0 0 13 - 4. 6*
SMAN 4 Bandung 2 0 1 1 8 - 10. 1*
MAN 2 Bandung 2 0 1 1 4 - 11. 1














Grup C M M S K SG NILAI
SMA Pasundan 1 Bdg 2 1 0 1 6 - 6. 3*
SMA AL MASOEM B 2 1 0 1 6 - 6. 3*
SMA YWKA B 2 1 0 1 5 - 5. 3














Grup D M M S K SG NILAI
SMAN 18 Bdg 2 2 0 0 9 - 3. 6*
SMA Alfacentauri 1 0 0 1 2 - 4. 0
SMAN 20 Bdg A 1 0 0 1 1 - 5. 0







Grup E M M S K SG NILAI
SMAN 14 Bdg 1 1 0 0 5 - 1. 3*
SMAN 1 Jatinangor 1 1 0 0 5 - 4. 3*
SMAN 3 BDG 2 0 0 2 5 - 9. 0














Grup F M M S K SG NILAI
SMAN 2 Cimahi A 2 2 0 0 7 - 1. 6*
SMAN 20 Bdg B 2 1 0 1 4 - 4. 3*
SMA Pasundan 1 Cimahi 2 0 0 2 0 - 6. 0














Grup G M M S K SG NILAI
SMA AL MASOEM A 2 1 1 0 6 - 3. 4*
SMA 5 Cimahi B 2 1 1 0 8 - 6. 4*
SMA 2 Cimahi B 2 0 0 2 5 - 10. 0














Grup H M M S K SG NILAI
SMA YWKA A 2 2 0 0 13 - 2. 6*
SMA 5 Cimahi A 2 1 0 1 6 - 6. 3*
SMA St Maria I A 2 0 0 2 0 - 11. 0







* : Lolos ke Babak 16 Besar



Kamis, 15 Oktober 2009

POLMAN BANDUNG MINI SOCCER 2009 SEGERA DIGELAR


POLMAN Bandung Mini Soccer 2009 marvelous segera digelar tanggal 17 oktober 2009 mendatang. Pertandingan mini soccer ini diikuti oleh siswa SMA dan SMK Se-Bandung raya.
Terlaksana atas kerjasama :
UKM Sepakbola
UKM Inovasi Bisnis
UKM Manusia
UKM Pers
SAS Advertising
Pocari Sweat
BNI 46
Paramuda FM
RRI Bandung
Pesona Karya Mandiri
Kopeg POLMAN Bandung
Galamedia
IOM POLMAN Bandung

Senin, 12 Oktober 2009

TIM MEKATRONIK POLMAN MELAJU KE FINAL INA SKILLS COMPETITION

Ina Skills Competition, ajang tingkat nasional yang diselenggarakan 2 tahun sekali untuk menyeleksi wakil Indonesia yang akan menjadi duta Indonesia di ASEAN Skills Competition kembali digelar Depnakertrans. Kali ini bertempat di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri (B2PLKLN) CEVEST Bekasi, Jabar.
Banyak bidang diperlombakan dalam kompetisi ini baik skill di bidang teknik maupun non-teknik. POLMAN Bandung mengikuti 1 bidang perlombaan, yaitu Mekatronika yang diwakili oleh Dede Yudi Wahidin & Moh. Rahadian, (Tim 1), Moh. Zaid & Reza Permana (Tim 2) yang semuanya dari 3 AEA.
Pada kategori Mekatronika peserta diberi kasus mendesigd dan merakit sebuah mesin dengan kendali PLC. Penilaian meliputi fungsi, standarisasi dan optimalisasi mesin. Kedua tim sangat kompetitif sepanjang perlombaan, dari kasus ke kasus mereka disegani tim-tim lainnya. Mereka sempat silih berganti memimpin klasemen walau akhirnya hanya tim 1 yang lolos ke babak final.
Hasil akhir klasemen dipimpin Universitas Pelita Harapan dengan point 89.5, disusul tim POLMAN Bandung yang hanya terpaut 1.1 point di posisi ke-dua. 2 tim inilah yang maju ke babak final Ina Skills Competition untuk bidang Mekatronika. Di babak final, 2 tim ini akan menghadapi Juara tingkat SMK bidang Mekatronika. Juara 1 di babak Final nanti akan mewakili Indonesia pada ASEAN Skills Competition 2010 di Bangkok, Thailand, dan diharapkan lolos menjadi peserta World Skills Competition 2011.
 

© 2009 Jurasicman. Published by JURASICMAN.

UKM PERS POLMAN BANDUNG : Admin : Ajie